Mengantisipasi Rasa Bosan pada Balita Saat di Pesawat

Maaf ya, mungkin kedengarannya seperti judul skripsi, hihihi…

Berdasarkan pengalaman kami selama terbang bersama Janis, ternyata tidak selamanya ia bisa duduk anteng atau tidur di pesawat. Duduk di pesawat, terlebih penerbangan jarak jauh, akan sangat membosankan. Serial kartun yang ada di pesawat, atau mainan yang diberikan pramugari, juga tidak bertahan lama. Biasanya Janis bisa tenang dalam satu jam, tapi kemudian bosan. Belum lagi, Janis akan berulang kali berkata, “Yuk, jalan!” atau “Mau turun…”

Ada kalanya ia berinteraksi dengan penumpang yang duduk di belakangnya. Senyum-senyum, atau bermain peek-a-boo. Ada kalanya ia mengajak kami bernyanyi, bahkan seringnya bernyanyi sendiri sambil menatap ke luar jendela (kami hampir selalu memilih bangku di dekat jendela) sampai akhirnya berhenti karena capek. Tak jarang juga ia berhasil membuka seat belt-nya sendiri, kemudian berusaha berdiri di kursi dan lompat-lompat. Duh, gawat. Tapi memang anak-anak seusia Janis cenderung aktif secara fisik, bukan?

(more…)