Tentang Skincare

Ketika suami saya bilang, “Ayo, coba review skincare di blog!” Terus terang, saya merasa nggak yakin. Terlebih pengalaman saya juga masih kurang. Tapi, saya akan cerita tentang petualangan saya dalam merawat kulit wajah.

Ketika menginjak masa puber, wajah saya sangat penuh dengan jerawat. Orang tua saya sampai membawa saya ke beberapa dokter kulit. Dalam beberapa kurun waktu, seingat saya, kami mengunjungi lima dokter. Dari semua perawatan, satu hal yang membuat saya takut sampai sekarang: proses facial yang menyakitkan! Pencet sana, pencet sini. Ampun deh. Belum lagi kalau ada proses tambahan chemical peeling. Muka serasa terbakar. Anehnya, saya tetap mau menjalani proses facial sampai saat sebelum menikah. Setelah itu, berhenti total, hihihi. Lalu bagaimana dengan beragam skincare yang diresepkan dokter? Awalnya cocok, ada  perubahan yang baik di kulit wajah. Lama-kelamaan, kok nggak ada perubahan lagi ya. Dan pada akhirnya saya berhenti memakai semua skincare ini.

Begitu saya hamil, melahirkan dan menyusui, satu-satunya skincare yang saya pakai hanya Sukin, yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Saya pun hanya pakai cleanser, scrub, dan moisturizer. Patut digarisbawahi, saat itu saya belum melakukan double cleansing. Bahkan belum paham pentingnya.

(more…)