Tempat Kedua yang Baru

Ketika saya menulis blog ini, tempat tinggal kami sudah berubah. Akhir Oktober lalu, kami pindah ke daerah Bedok, setelah sebelumnya di daerah Mountbatten.

Mungkin terkesan seperti tiba-tiba, tapi karena kami memang harus pindah. Pemiliknya memutuskan untuk menjual seluruh area apartemen yang kami tinggali, dan kami diberi tenggat waktu untuk pindah sampai bulan Juni 2018. Kecewa? Tentu saja. Karena kami sudah nyaman dan senang tinggal di sana, walau gedungnya sudah tua dan tidak ada lift. Padahal sebelumnya kami berencana untuk memperpanjang sewa. Yang kecewa bukan hanya kami, tapi seluruh penghuni.

(more…)

Tentang Tempat Baru

Halo! Sudah hampir sebulan keluarga kami pindah ke Singapura, dikarenakan suami mendapat pekerjaan baru di sini. Kami memulai hidup baru di tempat yang baru.

Di Singapura, kami menyewa sebuah apartemen sederhana di daerah Marine Parade. Oh, dan tanpa lift. Daaan, kamar kami terletak di lantai 4. Surprise! Hahaha…

Percaya atau tidak, sebulan sebelum pindah, saya selalu uring-uringan karena nggak terbayang naik-turun ke lantai 4, sambil menggendong Janis, bawa stroller, bawa belanjaan, dan lain-lainnya. Ah, terlalu berlebihan ya…

Singkat cerita, tempat ini kami pilih karena sesuai budget, lokasi yang baik dan penawaran yang bagus dari pemilik.

Di sini kami (mungkin lebih tepatnya ‘saya’) dituntut mandiri, terlepas dari fasilitas umum yang baik. Untuk belanja kebutuhan rumah tangga, saya harus keluar sendiri dan membawa trolley. Jika barang yang dibeli sangat banyak, kami menggunakan jasa kurir. Lalu, apakah mereka mau mengantar sampai ke lantai 4? Tentu saja, dengan biaya sekitar S$10 per lantai (untuk barang belanjaan dengan berat tertentu). Say whaaat??!

Lalu kalau belanja sendiri, Janis bagaimana? Tentu saja saya gendong pakai baby carrier. Karena saya sudah membawa trolley, jadi rasanya tidak mungkin juga membawa stroller. Pernah suatu kali saat belanja, saya bertekad tidak pakai trolley. Wah, ternyata repot juga, dan rasanya berat sekali, mengingat harus ke lantai 4. Duh.

(more…)