Sekilas Tentang Istanbul

“Kita ke Istanbul, yuk!” ajak suami saat itu. Yang ada di benak saya hanya satu, takut. Maklum, terlalu banyak melihat berita politik mengenai Turki. Terlebih bulan Juni lalu sempat terjadi kudeta di Istanbul.

Istanbul memang salah satu impian suami saya. Semenjak membaca Istanbul: Memories and the City karya Orhan Pamuk, tampaknya beliau langsung jatuh hati. Selain bukunya dibaca sampai tuntas, beliau pun terbayang ingin pergi ke sana. Sampai akhirnya di bulan Desember lalu, tepat di hari ulang tahun saya, “Aku sudah beli tiket ke Istanbul. Kita berangkat bulan depan ya!”

Istanbul di bulan Januari sungguh dingin. Saat kami ke sana, sempat turun salju selama dua hari. Itu pun hanya sedikit sekali dan sudah cukup membuat putri kami bahagia.

Sepanjang perjalanan mengelilingi kota ini, suami saya tidak hentinya berdecak kagum, “Wah, Istanbul ini persis seperti yang ada di bayanganku… Cantik ya!” Berulang kali.

Istanbul juga luar biasa. Mulai dari arsitekturnya yang cantik dan kental dengan sejarah, sistem transportasi yang baik (favorit kami adalah Metro), pemandangannya, ruang terbuka hijau dengan playground, sampai jalan cobblestone dan berbukit ala Eropa kuno. Yang terakhir ini perlu digarisbawahi, karena menjadi tantangan sendiri bagi pengguna stroller seperti kami. (more…)