Belajar Menghargai

Saya tergelitik untuk menulis tentang ini.

Kelihatannya sepele, tapi ini seringkali dilupakan. Belajar untuk menghargai tentang apa yang menjadi kesukaan orang lain di media sosial, dengan cara tidak meninggalkan komentar yang risih atau sinis atau kurang enak dibaca. Kalau tidak suka, ya biarkan saja, tidak perlu mengotori laman media sosialnya dengan kalimat yang tidak perlu. Bukankah ada opsi unfollow atau mute? Tidak sulit.

Saya sendiri pernah beberapa kali mengalami kejadian serupa. Dulu sekali, saya pernah posting beberapa barang milik Janis (buku, beberapa mainan dan perlengkapan untuk traveling), tentunya dengan harapan apa yang sharing akan berguna juga bagi orang lain. Paling tidak, bisa memberikan inspirasi. Tiba-tiba muncul komentar, “Wiih, endorse ya?” atau “Cieee, blogger nih yeee!” atau “Mevvah bangeeet!” dan semacamnya.

I was like, ‘What’s wrong with my posts?’ I wasn’t trying to impressed someone with all that stuff. Bahkan jauh dari mewah.

Sayangnya, komentar seperti ini justru datang dari orang-orang terdekat. Mungkin maksudnya bercanda ya, tapi saya sendiri merasa tidak nyaman. Kejadian seperti ini bahkan bukan hanya sekali atau dua kali. Jangan menganggap bahwa karena kita dekat dengan seseorang lalu lantas bisa bebas berkomentar tentang apapun dan dengan gaya bahasa sesukanya. HELL NO! Bukankah seharusnya sebagai orang-orang terdekat justru saling support? Atau mungkin saya yang  terlalu sensitif?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s