Ketika Janis Batuk Pilek

Semua berawal dari pertanyaan ‘Janis kalau batuk pilek dikasih apa’ atau ‘Janis dikasih obat apa sama dokter’.

Selama Janis hanya batuk pilek, tanpa ada gejala lain, kami tidak membawanya ke dokter. Cukup dengan perbanyak ASI, berjemur setiap pagi, makan-minum-istirahat yang cukup, dan ‘terapi uap’ di rumah, dengan mangkuk-mangkuk berisi air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih, minyak telon atau breathy drop lainnya, sambil terus diobservasi apakah ada tanda klinis lain yang muncul.

Saya dan suami bukan anti dengan obat-obatan ataupun antibiotik. Tetapi, sebisa mungkin kami menghindari pemakaian obat-obatan maupun antibiotik tersebut. Prinsip ini pun kami terapkan juga ke Janis.

Selain itu, kami juga menyediakan barang-barang esensial yang diperlukan Janis ketika dilanda batuk dan pilek.

  1. Minyak telon. Saya suka sekali dengan minyak telon racikan ini. Aromanya tidak terlalu menyengat, dan cukup hangat. Sejak Janis lahir, keluarga kami di Solo rutin mengirimkan ini. Saya sendiri kurang tahu di mana letak tokonya. Saya rutin memakaikan ini ke Janis, setiap saat ketika sakit, di bagian dada dan punggung.
  2. Twinkle Multi-Purpose Baby Balm. Seperti yang sudah saya bilang di tulisan sebelumnya, stick balm ini multi fungsi. Saya biasa mengoleskan di bagian leher dan dada Janis supaya ia bisa tidur lebih nyaman, walau dalam kondisi kurang sehat. Kadang-kadang saya oleskan juga di bagian hidungnya.
  3. Olbas for Children. Saya biasa menggunakan ini untuk diteteskan ke dalam mangkuk berisi air panas, sebagai terapi uap, ketika Janis dilanda batuk pilek. Fungsinya untuk melegakan pernafasan.
  4. Vicks Baby Balsam. Ini fungsinya sama seperti poin-poin di atas, melegakan pernafasan. Dari keempat barang di atas tadi, biasanya saya hanya pakai salah satunya saja.
  5. Sterimar Baby Nasal Spray. Efektif digunakan ketikan hidung tersumbat. But, my daughter totally failed to use this. Karena ia keburu takut dengan efek semprotnya. Duh.
  6. Boogie Wipes. Ini merupakan tisu basah yang mengandung saline, yang berfungsi untuk mengencerkan boogers (dried mucus) ketika terserang flu. Tisunya lembut, dan tidak mengandung alkohol, paraben dan phtalates. Sayangnya, Boogie Wipes ini kurang menyerap. Jadi kalau sedang runny nose, kita masih tetap butuh tisu kering. Overall, Boogie Wipes ini benar-benar efektif. Bahkan kami pun seringkali ikut pakai ketika flu.
  7. NoseFrida Nasal Aspirator. Janis pun baru-baru ini mau hidungnya dihisap pakai nasal aspirator. Sebelumnya selalu nangis, padahal baru lihat alatnya saja. Oh iya, NoseFrida ini ada filternya, jadi nggak perlu khawatir mucusnya akan tertelan ya. Filternya pun hanya sekali pakai, jadi higienis.

Jika sedang bepergian jarak dekat, saya cukup membawa Twinkle Multi-Purpose Baby Balm dan Boogie Wipes. Dan ketika sedang traveling, biasanya saya membawa ekstra minyak telon di dalam bagasi, dan tentunya termometer, juga nasal aspirator.

Nah, bagaimana dengan kalian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s