Tahun Kedua

Halo, Nak, terima kasih untuk segala surprise-nya di tahun kedua ini. Bagi kami, semuanya sangatlah spesial.

Terima kasih, Nak, sudah mau makan dengan lahap dan mau belajar makan sendiri dengan sendok garpu. Tak perlu pedulikan makanan yang jatuh, Nak, biar saja. Tak perlu khawatir karpet atau lantainya kotor. Kami lebih menghargai usaha nak Janis untuk berusaha makan sendiri. Semangat, Nak!

Terima kasih, Nak, sudah mencoba untuk minum air putih, walau hanya beberapa teguk. Mungkin Janis nggak akan ingat, ketika dulu ditawarkan air putih, langsung menjerit dan menangis sejadi-jadinya. Bagian terbaiknya sekarang adalah tak ada penolakan lagi. Sungguh, kami salut, Nak.

Terima kasih, Nak, untuk attention span yang mulai panjang. Betah duduk sambil mendengarkan kami membacakan satu-dua buku. Bahkan selalu minta dibacakan buku. Bahagianya…

Terima kasih ya, Nak. Terima kasih sudah baik dan sabar dengan kami, walau seringkali Mama marahi, tanpa Janis mengerti alasannya.

Terima kasih juga, Nak, karena selalu memilih untuk berjalan kaki, dibandingkan digendong atau duduk anteng di stroller, walaupun rutenya jauh bagi Janis. Terima kasih ya, sudah selalu sehat, aktif dan lincah.

Terima kasih pula, Nak, sudah mengajarkan kami bahwa setiap anak itu berbeda. Mungkin Janis belum tertarik dengan warna atau angka. Mungkin Janis masih ingin mengenal berbagai macam binatang, atau hanya selalu ingin bergoyang ketika mendengarkan musik. Mungkin Janis belum berani melakukan apa-apa sendiri. Tak apa, Nak. Toh dalam hidup, kita semua belajar kan? Menjadi ‘bisa’ itu karena ‘biasa’, Nak, ada prosesnya.

Nak, sesungguhnya kami bosan mendengar komentar dari sana-sini tentang pola asuh kami sebagai orang tua. Bahkan ketika kami tidak sedang bercerita atau bertanya. Atau mengenai proses tumbuh kembangmu, Nak. Atau bagaimana seharusnya kami menyikapi nak Janis yang takut dan menangis ketika bertemu orang asing. Ah… Tak apa, Nak. Kami menjadi semakin bersemangat untuk selalu berusaha.

Kami belajar untuk tidak menuntut, Nak. Karena kami pun juga banyak kekurangannya. Seiring dengan Janis yang makin tumbuh besar, kami semakin berusaha untuk berbesar hati dan legawa.

Terima kasih ya, Nak, penyejuk hati kami. Semoga nak Janis selalu jadi anak yang bersyukur, bahagia, kelak berakhlak baik dan menjadi anak yang berdaya, juga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Selalu bantu kami jadi orang tua yang baik, Nak. Semoga kita semua selalu melangkah ke arah yang lebih baik ya, Nak. Insyaallah.

Selamat ulang tahun kedua, anak kami tercinta, Janistra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s