Melibatkan Janis di Rumah

Menyambung dari tulisan saya sebelumnya, ternyata ada solusi bagi kami dalam menghadapi Janis.

Seperti yang pernah saya bilang, karena di sini kami tidak punya ART, maka segala kegiatan rumah tangga, kami sendiri yang mengerjakan. Dan ketika Janis tidak sabar ingin cepat main dengan kami, dan begitu pula kami yang tidak sabar ingin membereskan rumah, akhirnya kami sampai pada kesepakatan untuk melibatkan Janis di setiap kegiatan pekerjaan rumah.

Perlu digaris bawahi, ini bukan eksploitasi anak ya. Kami ingin Janis mengerti bahwa ada rutinitas lain yang harus kami lakukan, selain bermain dengan Janis dan mengasuhnya.

Ide ini berawal ketika kami melihat Janis mau membantu kami untuk merapikan buku-bukunya yang sudah selesai dibaca. Hanya dengan kalimat, “Hayooo, bukunya kalau sudah selesai dibaca harus dirapikan lagi ke tempatnya,” maka ia segera beranjak membantu merapikan. Sampai sekarang, Janis mau belajar mengembalikan merapikan buku-bukunya sendiri, walau ala kadarnya, yang penting tepat ditaruh di tempatnya semula.

Kemudian, menaruh pakaian kotor di keranjang cucian. Sebetulnya ini salah satu hal yang Janis lihat setiap harinya. Ketika akan mandi, pakaiannya yang sudah dilepas, terlebih dahulu kami taruh di keranjang. Rupanya, ia mencontoh. Sudah hampir dua minggu, ia menaruh pakaian kotornya sendiri, tanpa diminta. Setelahnya, ia tepuk tangan, sambil memanggil kami. Mungkin saja Janis merasa bangga karena ia bisa melakukan sendiri ya, hihi. Yah, karena ini terbilang baru untuk Janis, tak jarang pula ia memasukkan pakaian bersih ke dalam keranjang cucian…

Ketika Janis sudah selesai makan, saya akan minta bantuannya, untuk menaruh alat makannya sendiri ke dalam sinky. Bagaimana bisa? Apa Janis sudah setinggi itu? Hihihi, belum kok. Tentunya dengan bantuan kami. Saya atau suami akan menuntunnya ke dapur, sambil ia membawa alat makannya. Ketika sudah di depan sinky, maka alat makannya tersebut diberikan ke kami, untuk ditaruh di dalamnya. “Terima kasih, mbak Janis…” Senyumnya kembali merekah, tentunya sambil tepuk tangan.

Janis juga berbaik hati membawakan pengki untuk saya, ketika sedang menyapu. Atau membantu membawakan pakaian yang sudah kering ke dalam kamar, untuk dilipat. Tentunya Janis hanya membawa pakaiannya sendiri lho ya. Kalaupun ia masih ingin membantu, biasanya saya hanya beri salah satu kaus kami saja untuk dibawa.

Janis juga mulai membuang tisu yang sudah ia pakai ke dalam tempat sampah. Walaupun masih suka terbalik dibuang ke dalam keranjang cucian, hihi.

Rupanya cara-cara seperti ini membantu kami semua, walaupun tidak selalu berhasil juga. Paling tidak, Janis merasa diperhatikan. Karena memang yang diinginkan ya hanya diajak main, main dan main. Sesekali Janis merengek kalau memang sudah bosan, capek atau mengantuk.

Semoga selanjutnya kami bisa lebih baik lagi dan tentunya lebih sabar dalam mengasuh dan mendidik Janis.

Apakah kalian juga ada yang seperti kami? Atau ada tips yang lain? Feel free to share 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s