Tentang Tempat Baru

Halo! Sudah hampir sebulan keluarga kami pindah ke Singapura, dikarenakan suami mendapat pekerjaan baru di sini. Kami memulai hidup baru di tempat yang baru.

Di Singapura, kami menyewa sebuah apartemen sederhana di daerah Marine Parade. Oh, dan tanpa lift. Daaan, kamar kami terletak di lantai 4. Surprise! Hahaha…

Percaya atau tidak, sebulan sebelum pindah, saya selalu uring-uringan karena nggak terbayang naik-turun ke lantai 4, sambil menggendong Janis, bawa stroller, bawa belanjaan, dan lain-lainnya. Ah, terlalu berlebihan ya…

Singkat cerita, tempat ini kami pilih karena sesuai budget, lokasi yang baik dan penawaran yang bagus dari pemilik.

Di sini kami (mungkin lebih tepatnya ‘saya’) dituntut mandiri, terlepas dari fasilitas umum yang baik. Untuk belanja kebutuhan rumah tangga, saya harus keluar sendiri dan membawa trolley. Jika barang yang dibeli sangat banyak, kami menggunakan jasa kurir. Lalu, apakah mereka mau mengantar sampai ke lantai 4? Tentu saja, dengan biaya sekitar S$10 per lantai (untuk barang belanjaan dengan berat tertentu). Say whaaat??!

Lalu kalau belanja sendiri, Janis bagaimana? Tentu saja saya gendong pakai baby carrier. Karena saya sudah membawa trolley, jadi rasanya tidak mungkin juga membawa stroller. Pernah suatu kali saat belanja, saya bertekad tidak pakai trolley. Wah, ternyata repot juga, dan rasanya berat sekali, mengingat harus ke lantai 4. Duh.

Lalu, bagaimana dengan stroller? Nah, sebelumnya saya hanya menggunakan stroller jika ada suami. Mengapa demikian? Karena stroller Janis beratnya hampir 11 kg. Saya merasa nggak sanggup jika harus naik-turun sambil menggendong Janis dan membawa stroller. Sekali waktu, leher saya kaku dan pundak kanan bengkak, karena terlalu lama menggendong Janis yang mulai kurang nyaman berlama-lama di baby carrier. Akhirnya mau tidak mau (sanggup tidak sanggup), selama beberapa hari ini saya mengandalkan stroller. Lebih tepatnya selama dua hari ini.

Saya pun sempat khawatir, bisa nggak ya, saya pergi berdua Janis dengan stroller saja, tanpa baby carrier dan tanpa bantuan (angkut) dari suami. Ternyata saya bisa, walaupun masih kewalahan. Yay! 

Di luar itu semua, ada banyak hal yang membuat saya terharu. Salah satunya, ada saja penumpang yang membantu kami membawakan stroller yang beratnya luar biasa saat naik-turun bis. Bahkan tak jarang saat antri di kasir, kami dipersilakan duluan. Rezeki! 🙂

Lalu, bagaimana dengan makanan sehari-hari? Kebetulan kami di sini berlangganan catering, yang tentunya halal dan tanpa MSG. Lalu bagimana dengan Janis? Karena putri kami sudah bisa makan masakan rumahan, jadi ia pun ikut makan masakan catering. Sesekali saya juga memasak untuk Janis. Oh iya, cateringnya hanya saat hari kerja. Jadi akhir minggu kami makan/beli lauk di luar sembari main, atau duduk di Jamaica Blue favorit kami.

Sejauh ini saya (kami) senang tinggal di sini. Seminggu pertama memang masa adaptasi untuk kami semua. Bahkan selama seminggu itu pula Janis sama sekali tidak mau makan, dan keliling ruangan dengan tatapan bingung, hihihi.

Baiklah, sekian dari saya. Semoga kami selalu sehat, makin berkah, makin bahagia, begitu juga dengan kalian ya, aamiin. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s